Mengaliri Listrik untuk Pemerataan
Posted on: June 19, 2017, by : Eka Prasetya

Sejak tahun 2003, Pemerintah sudah mensubsidi listrik golongan 450 VA dan 900 VA yang digunakan masyarakat. Pemerintah membayar selisih pembayaran listrik tersebut.¬† Namun sejak tanggal 1 Januari 2017 yang lalu, pemerintah memilih untuk mencabut subsidi golongan 900 VA. Dan subsidi untuk golongan 900 VA itu pun, ternyata tidak semuanya, “Sekitar 18 juta masyarakat yang dicabut,” demikian ungkap Tulus Abadi, Ketua Umum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.

“Sisanya tetap mendapat subsidi dari Pemerintah,” tambahnya lagi menjelaskan. Hal itu terjadi lantaran pemerintah menganggap golongan ini berada pada status ekonomi yang mencukupi, atau mampu untuk membayar keperluan listeriknya sendiri. Namun demikian, hal itu tetap¬†membuat masyarakat pada golongan 900 VA mengalami kebingungan, terlebih lagi tagihan naiknya tagihan listrik itu hingga naik sebanyak 150%. Dan kenaikan itu pun tidak didahului sosialisasi pemerintah.

Data menunjukkan bahwa 87% masyarakat Indonesia telah teraliri listrik, entah itu listeri bersubsidi atau pun juga listerik yang non subsidi. Penghentian pemberian subsidi listrik golongan 900 VA ini, rencananya akan dialihkan bagi masyarakat Indonesia yang belum teraliri listrik. Wilayah Papua yang masih sulit menikmati listrik mendorong pemerintah mengupayakan aliran listerik untuk menurunkan kecemburuan sosial pada warga di tanah air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *