Hak Kesehatan Manusia Itu Penting
Posted on: June 16, 2017, by : Eka Prasetya

Industri rokok di Indonesia memiliki kebebasan hampir mutlak untuk mengiklankan produk mereka dalam bentuk apapun dan melalui hampir semua jalur komunikasi. Di media penyiaran sendiri, industri rokok sangat massif. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM, tahun 2010 menunjukkan terdapat 6.586 iklan rokok di media elektronik. Oleh sebab itu dibuatlah Rancangan Undang-Undang Penyiaran tentang dihilangkannya iklan rokok dari media penyiaran. Namun hal tersebut bertolak belakang dengan Badan Legislasi atau Baleg, yang mengusulkan iklan rokok tidak dihilangkan tetapi dibatasi jam tayangnya.

Muhammad Joni, Anggota Dewan Pengurus Bidang Hukum Komnas Pengendalian Tembakau menyayangkan hal tersebut. “Seharusnya pemerintah dan negara memikirkan hak-hak dari masyarakat serta mempertanggungkannya,” begit ungkapnya. Dalam hal pemenuhan hak kesehatan sebagai hak asasi manusia, masih kata Muhammad, seharusnya dilakukan dua prinsip, “Yaitu progresively dan upaya full achievement,” tegas Muhammad.

Argumen tentang rokok sebagai barang legal sesungguhnya tidak tepat, karena Mahkamah Konstitusi mempunyai keputusan tahun 2010 nomer 34 yang menyatakan bahwa perihal peringatan kesehatan bergambar, yang di dalamnya secara eksplisit dan implisit menekankan perlindungan bagi masyarakat dari bahaya yang ditimbulkan zat adiktif. Hal ini setara dengan adanya hak kesehatan untuk masyarakat.

“Sebagai media harusnya mempunyai peran untuk menunjukkan moral dan etika yang baik bagi masyarakat. Bukan hanya sebagai pengirim dan pembuat berita, tetapi juga bisa memberikan edukasi yang baik dengan memilah iklan yang layak dipertontonkan masyarakat.” Tutup Muhammad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *