DPR Wakil Rakyat atau Wakil Industri?
Posted on: June 16, 2017, by : Eka Prasetya

Belum lama ini, muncul berita yang mengabarkan bahwa hasil rapat Panitia Kerja Harmonisasi Badan Legislasi atau Baleg, yang mengusulkan dihapuskannya pasal larangan iklan rokok dari Rancangan Undang-Undang. Baleg merekomendasikan agar iklan rokok tidak dilarang, dan hanya saja diatur dengan pembatasan. Rekomendasi ini sangat meresahkan, karena iklan adalah salah satu faktor yang memengaruhi tingkat prevalensi perokok, terutama pada anak-anak dan remaja.

Muhamad Heychael, Anggota Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran atau KNRP mengatakan, pihaknya selalu ingin melindungi publik terutama untuk kelompok rentan dalam arti anak-anak dari iklan rokok, karena dari semua draft yang dikeluarkan di bulan Desember 2016, ada larangan tentang iklan rokok dalam segala bentuk, seperti sponsor, papan reklame dan iklan lainnya. Selain itu Muhamad juga mengatakan seharusnya Baleg melakukan sinkronisasi terhadap pasal-pasal atau undang-undang yang lain, bukan justru merubah hal tersebut.

Sejak awal sudah ada dua argumen bagaimana seharusnya pengaturan rokok dilakukan; 1) Dilarang sama sekali iklan rokok ada di media penyiaran, 2) Pembatasan iklan rokok. Dalam hal pembatasan iklan rokok ini memang sudah disepakati, diperbolehkan tayang diatas pukul 21:30 WIB. Tetapi seiring perkembangan teknologi, segala tayangan yang ada pada malam hari dapat dilihat melalui media online termasuk rokok. Ini sangat mengkhawatirkan, karena anak-anak ini merupakan penerus bangsa, jangan sampai rusak karena rokok.

Data menunjukkan prevalensi perokok dewasa terus meningkat dari tahun 1995 hingga 2015, sementara Indonesia sebagai negara terbesar keempat di dunia dalam mengonsumsi rokok setelah China, Rusia dan USA pada tahun 2014. “Kalau DPR konsisten dengan pengaturan pelarangan industri rokok,” kata Muhamad, “Mereka berada disisi publik!” tegasnya kemudian. Namun bila kembali ke status quo, “Sebenarnya DPR itu mewakili publik atau mewakili industri?” tutup Muhamad dari percakapannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *