Tahun 2018, Perang Besar antara Generasi Sehat vs Industri Rokok
Posted on: May 18, 2017, by : Daniel Tanamal

Dewan Penasehat Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Emil Salim mengatakan bahwa tahun depan, 2018 akan terjadi perang besar dalam pengendalian tembakau, antara mereka yang menginginkan generasi muda Indonesia sehat dan industri rokok.

Menurut Emil benturan ini akan terjadi karena generasi muda saat ini (penduduk muda mulai usia 15) adalah kunci pendorong pembangunan dan kualitas masyarakat Indonesia dimasa depan, dengan jumlah yang sangat massif. Jumlah massif tersebut dilihat oleh para pengusaha sebagai kesempatan untuk menjadikan mereka market/pasar konsumen untuk produk yang akan dijual. Dan rokok adalah produk utamanya.

“Mengapa rokok? karena rokok mempunyai kemampuan mengikat konsumen secara terus menerus melalui sifat adiksi, kecanduan. Dari semua barang konsusmsi, rokok yang mempunyai sifat kecanduan berkepanjangan. Sekali merokok, dia adiksi, kecanduan dan terus menerus, sehingga sulit lepas dari rokok. Sehingga kalangan pengusaha bisnis berpikir generasi itu jumlahnya besar untuk membangun tanah air, jumlah ini pula menjadi market yang besar dan baik bagi pengusaha,” ujar Emil dalam Konferensi Indonesia untuk Tembakau atau Kesehatan (ICTOH) ke-4 di Jakarta, Senin (15/5/2017).

Karena itulah, Emil menambahkan, perang besar akan terjadi diantara setiap orang yang berjuang untuk membangun Indonesia melalu generasi-generasi muda yang sehat, melawan para pengusaha melalui industri rokok yang akan terus mengikat generasi muda melalui konsumsi rokok.

“Strategi pasar rokok adalah menghasilkan rokok yang ditembak (sasaran) pada anak-anak muda, karena anak-anak muda pada usia 15 tahun, sekali dia merokok, maka dia terus akan merokok. Adiktif sampai ke 65 tahun. Maka perlu ada sikap perlawanan, sikap berontak, sikap memusuhi industri rokok,” tegas Emil.

Bola panas mengenai pengendalian tembakau dalam konteks RUU Pertembakauan kini ada di tangan Pemerintah bersama DPR yang mengusulkannya, dan juga masyarakat sikap sendiri nantinya. Pilih Generasi Muda yang sehat ataukah membiarkan Industri Rokok mengambil alih masa depan bangsa melalui para generasi muda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *