Bipolar Bukan Gila
Posted on: May 16, 2017, by : Mianita Marta

Global Centre Consulting Psychology mengadakan sebuah talkshow bertemakan “ Tanda – tanda Bipolar dan Penanganannya” pada tanggal 25 Maret 2017 lalu. Talkshow ini juga sekaligus mendukung peringatan hari Bipolar Sedunia yang akan diselenggarakan pada tanggal 30 Maret mendatang. Tujuan diadakannya talkshow ini adalah untuk meningkatkan kesadaran secara global mengenai gangguan bipolar dan menghapuskan stigma sosial serta memberikan informasi yang benar tentang gangguan bipolar.

Talkshow yang menghadirkan Alexandra Gabriella A., M.Psi, Psi., C.Ht. sebagai pembicara utama ini diikuti oleh tamu undangan dari berbagai kalangan yakni media, mahasiswa, bahkan pasien bipolar itu sendiri. Selama ini, masyarakat umum hanya mengetahui bipolar sebagai kelainan yang terjadi pada manusia dan merujuk pada gangguan jiwa seperti schizophrenia.

Dalam psikologi, schizophrenia dapat dilihat lewat gejala waham dan halusinasi dari si penderita yang tidak berkesinambungan (tidak masuk akal). Sedangkan bipolar, walaupun sering menunjukkan gejala yang tumpang tindih, lebih dicirikan pada perubahan emosinya yang ekstrim. Emosi yang naik turun dan cepat berubah membuat bipolar perlu ditindak lanjuti.

“Sangat disayangkan memang pendapat awam secara umum mengasosiasikan gangguan jiwa dengan gila. Kalau pandangan umum dan awam kan penyakit jiwa itu cuma satu yaitu skizofrenia. Tapi kalo bipolar sendiri, lebih ke arah gangguan mood.” Ulas Alexandra dalam wawancaranya bersama tim RPK.

Alexandra juga menambahkan bahwa gangguan jiwa itu memiliki banyak jenis dan tipe. Bipolar adalah salah satu tipe dari gangguan kejiwaan namun lebih mengarah pada gangguan mood. Itulah sebabnya penderita bipolar biasanya hanya menunjukkan masalah serius saat pergantian mood yang drastis dan menunjukkan emosi yang tidak biasa. Pada saat – saat tertentu, penderita bipolar bisa menjadi sangat bersemangat melakukan sesuatu dan sangat mudah tersinggung bahkan marah, yaitu yang biasa disebut Episode Mania.

Inilah yang membuat bipolar menjadi gangguan yang harus segera diobati dan di sembuhkan. Walaupun beberapa penelitian kesehatan mengungkapkan bahwa bipolar tidak berbahaya, namun tidak menutup kemungkinan pula penderita bipolar melakukan tindakan – tindakan berbahaya di luar nalar manusia.

Walau begitu, talkshow yang diselenggarakan oleh Global Centre Consulting Psychology ini ingin menghimbau masyarakat luas bahwa bipolar bukanlah penyakit menular yang perlu dijauhi. Sebaliknya, dukungan dan asupan semangat dari orang – orang sekitar bagi penderita bipolar bisa membantu memulihkan tingkat emosi dan mood mereka agar kembali normal.

Alexandra sebagai seorang Psikolog dan hipnoterapis menghimbau agar pengetahuan tentang bipolar ini bisa disebar luaskan agar membuka pikiran masyarakat awam dan menghapuskan stigma bahwa penderita bipolar tidak bisa beraktifitas seperti orang normal pada umumnya. Alexandra juga meminta para psikolog dan psikiater untuk tidak ‘berebut pasien’ dan dapat bekerja sama dalam menangani serta memulihkan para penderita bipolar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *