Keperdulian akan prinsip gizi seimbang masih harus ditingkatkan dalam masyarakat Indonesia. Tahun 2010 yang lalu, para pakar kesehatan dan pemerintah memperkanalkan lima prinsip gizi seimbang yang terdiri dari mengkonsumsi aneka ragam makanan dalam jumlah cukup, minum air putih yang aman dan cukup, memantau status gizi, melakukan aktivitas fisik, pola hidup bersih, serta sosialisasi tentang gizi berimbang untuk hidup sehat. Dan pada saat ini, masyarakat Indonesia masih mengalami beban ganda dalam hal gizi, yaitu kekurangan dan kelebihan gizi, yang merupakan akibat perubahan pola makan yang bertentangan dengan prinsip gizi seimbang.
Anak kekurangan gizi pertumbuhan tubuhnya lambat, dengan daya tahan tubuh rendah, dan kecerdasan yang juga rendah, serta vitalitas yang rendah. Sebaliknya, tanda kelebihan gizi antara lain berat badan yang berlebihan yang menjadi pencetus munculnya beberapa penyakit kronis degeneratif seperti, diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Daata terakhir di tahun 2010 tentang hasil riset status gizi di Indonesia menunjukkan banyak balita kurus sebanyak 13,3% dan balita berlebihan berat badan 14%. Kemudian untuk anak usia 6-12 tahun, yang mengalami kegemukan sebanyak 9,2% dan berbadan kurus 12,2%. Untuk usia 18 tahun, pengidap obesitas 21,7% dan yang kurus 12,6%. Dan hal ini ini dipicu dari masalah seputar komponen gizi seimbang, yaitu kekurangan air minum seperti dehidrasi, juga penularan penyakit melalui air. Dan dua masalah mendasar ini masih marak terjadi di banyak wilayah Indonesia.
Kondisi tadi melatar belakangi para ahli pangan, ahli gizi dan ahli kesehatan berkumpul dalam Seminar Nasional pangan dan gizi. Dalam salah satu pleno dibahas tentang Air dalam Gizi Seimbang menuju Indonesia Prima yang diselenggarakan dalam rangkaian Pekan Pangan dan Gizi Indonesia yang disingkat PAGI. Seminar yang diselenggarakan pada tanggal 18 sampai dengan 20 Januari 2012 lalu, juga menghadirkan Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia Prof.Ir.H.Hardinsyah, MS. Hardiansyah mengungkapkan bahwa, gizi dan pangan sangat penting dalam membentuk manusia sehat, cerdas dan kuat. Bahkan menurut Hardiansyah, Bank Dunia menganggap faktor gizi sebagai investasi pembangunan. emikiran kapitaslistik ingin membawa pendapat bahwa pembangunan pangan, gizi dan kesehatan yang baik akan memudahkan pencapaian pembangunan lainnya, termasuk Millennium Development Goals atau MDG.
“Di dalam gizi seimbang, air merupakan zat gizi esensial untuk hidup sehat dan aktif,” demikian unjar Hardiansyah. “sehingga air merupakan komponen utama,”begitu lanjutnya. Kebutuhan tubuh akan air dalam keseharian mencapai lebih dari 2 liter. “fungsinya terutama untuk mengatur proses kehidupan,” papar Hardinsyah. Air merupakan zat gizi yang berperan penting bagi tubuh sebagai zat pembangun, pelarut, bahkan pengangkut zat gizi, hingga zat buangan. Selain itu, air juga berperan dalam pengaturan suhu tubuh, juga sebagai pelumas dan penahan guncangan. Oleh mengapa tubuh dapat sangat membutuhkan hidrasi yang baik agar berfungsi optimal. maka demikian juga dengan dihidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh, yang menyebabkan tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak, hingga menggangu semua proses metabolisme tubuh. Harus kita diingatkan kembali bahwa, kekurangan air tubuh sekitar 1% berat badan atau 2 gelas pada remaja dan orang dewasa, dapat menimbulkan gangguan mood, bibir kering, sakit kepala, dan suhu tubuh meningkat. Maka pada kondisi ini, selanjutnya konsentrasi berpikir kita akan dapat menurun, selain menurunnya stamina dan bermunculannya gangguan kesehatan lain.jay/ath.


Komentar Artikel