Memelihara Kehormatan
oleh : Imanuel Kristo
Shakespeare pernah berkata: “Kehormatan adalah hidupku – ambil kehormatan dariku dan selesailah hidupku”. Begitu pentingnya Shakespeare menterjemahkan kehormatan dalam hidupnya, dan memang demikianlah kehormatan dalam diri setiap orang. Dalam aturan Bushido bagi prajurit samurai menekankan bahwa jika kita kehilangan kehormatan maka satu-satunya cara untuk menyelamatkan pelakunya adalah hara-kiri, yaitu ritual bunuh diri dengan menembus perut memakai sebilah pedang.
Kehormatan itulah yang akan menjaga tempat kita, kehormatan itulah yang akan memeliihara posisi kita di depan sesama kita. Kehormatan yang terpelihara akan membuat kita tampak berbeda di depan sesama kita. Kehilangan kehormatan dalam kehidupan kita akan membuat diri kita tanpa status. Betapapun terhormat dan terpandangnya posisi kita pada status sebelumnya, namun ketika kehormatan diabaikan maka kita akan meluncur dengan cepat dan kemudian hancur berantakan.
Lalu apa sesungguhnya kehormatan itu? Kehormatan adalah keluhuran jiwa, kehormatan adalah keluhuran hati dan diri. Di dalam kehormatan tergambarlah: sikap kita terhadap pekerjaan yang kita tekuni, dalam kata-kata yang kita ucapkan, dalam perencanaan yang kita rancangkan.
Dengan demikian kehormatan itu menyangkut “integritas” dan “komitment”. Kehormatan bukan sekedar moral, tetapi kehormatan adalah moral yang terwujud dalam tindakan, dalam praktek nyata ketika kita berhadapan dengan sesama kita. Mereka yang memiliki kehormatan adalah mereka yang tetap memelihara nama baik dengan melakukan segala sesuatu yang pantas dan tidak membuat sesama kita “tersandung” karena apa yang ke luar dari diri kita. Mereka yang memelihara kehormatan adalah mereka yang menjaga segala sesuatu yang ada pada dirinya sehingga tidak memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menurunkan status kita. Mereka yang menjaga kehormatan, jika mereka adalah seorang pekerja maka mereka tidak akan mengotori pekerjaan yang di jalaninya dengan segala sesuatu yang tidak baik.
Mereka yang menjaga kehormatan, jika mereka adalah seorang pimpinan maka mereka tidak akan membuka peluang kepada orang lain yang dipimpinnya untuk memberikan penilaian yang berbeda dari apa yang sesungguhnya: tindakan dan sikapnya sejalan,
Mereka yang menjaga kehormatan jika mereka adalah laki-laki dan perempuan maka akan menampilkan diri dengan terhormat dalam menjalani sosialita atau kehidupan keluarga: menampilkan diri sebagai pribadi yang pantas.
Jadikanlah kehidupan yang kita jalani menjadi moment-moment yang indah yang bukan saja menyenangkan untuk kita jalani tetapi juga layak untuk sesama nikmati. Dan moment-moment indah itu bukan milik hari kemarin atau hari esok, tetapi moment-moment indah itu milik hari ini, oleh karenanya kita harus menciptakannya di setiap kesempatan dal;am setiap tindakan.
Jika kita sudah mengetahuinya, maka sekedar tahu saja tidak cukup sebelum kita melakukannya, jika kita sudah ingin melakukannya – maka hal itupun tidak berarti apa-apa jika kita tidak berusaha untuk mewujudkannya.
Oleh karena itu agar segala sesuatunya tidak terbuang sia-sia maka kita wajib untuk menyiapkan diri kita sebaik mungkin. Kita waspadakan secara optimal seluruh panca indera kita agar kita mampu berfikir, bergerak dan bertindak dengan baik.
Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kita dapat melakukannya ? Ada empat hal yang hendak saya bagikan: pertama, belajarlah untuk tidak mengembangkan ketidaklekatan pada apapun. Kemelakatan kita kepada sesuatu tanpa terkendali akan sangat mudah membuat kita kehilangan keormatan kita. Ke dua, teruslah belajar untuk melakukan penerimaan terhadap banyak peristiwa, dan terima jugalah bahwa segala sesuatu itu selalu ada waktunya. Ke tiga, terus meneruslah belajar untuk mengendalikan diri tanpa harus membatasi diri, hanya dengan cara itulah kita tetap dapat berprestasi namuun tetap terhormat. Dan yang ke empat adalah temukanlah keindahan dalam setiap hal yang sudah kita terima dan miliki saat ini, dengan cara itu kita senantiasa dapat selalu bersyukur. Dan mereka yang selalu bersyukur akan menjadi pribadi yang bahagia.
Komentar Artikel