KEGEMARAN MINUM AIR DINGIN

0

cold water 150x150 KEGEMARAN MINUM AIR DINGINDi siang hari, jam menunjukkan tepat pkl. 12. Sinar matahari menyengat, dan suasana panas sangat terasa. Saat itu juga, tenggorokan terasa sangat kering. Maka, ada satu hal yang pasti langsung terlintas di pikiran kita. Minum air dingin.
Setelah minum air dingin, tenggorokan akan terasa segar. Bahkan kita menjadi ingin lagi, dan lagi. Air dingin memang sangat menyegarkan, namun ternyata ada beberapa kerugian yang akan kita rasakan apabila kita terlalu sering minum air dingin. Continue Reading »

Kota Layak Anak Pantang Diskriminatif

0

LAHAN KOSONg 150x150 Kota Layak Anak Pantang DiskriminatifSemangat dan keceriaan beberapa anak usia sekolah dasar di salah satu sudut kota di Jakarta menarik perhatian saya. Sore hari, ketika matahari tidak lagi terik. Dengan perlengkapan seadanya. Bola tendang plastik dan sandal jepit yang digunakan untuk pembatas gawang. Bertelanjang kaki mereka menendang dan mengoper bola. Continue Reading »

RPK FM Serahkan Dana Pendengar Peduli Anak dengan Kanker

0

give hope to children with cancer1 150x150 RPK FM Serahkan Dana Pendengar Peduli Anak dengan KankerSetelah kurang dari sebulan menggelar penggalangan dana untuk anak-anak penyandang kanker, RPK FM menyerahkan hasil penggalangan dana tersebut kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI). Penyerahan dana aksi peduli pendengar diserahkan Direktur Utama PT Radio Pelita Kasih Jhon Katapi Siswadi kepada Ketua YKAKI Pinta Manullang di akhir Program Obsesi edisi Rabu, 15 Februari 2012. Continue Reading »

Memelihara Kehormatan

0

Memelihara Kehormatan

oleh : Imanuel Kristo

Shakespeare pernah berkata: “Kehormatan adalah hidupku – ambil kehormatan dariku dan selesailah hidupku”. Begitu pentingnya Shakespeare menterjemahkan kehormatan dalam hidupnya, dan memang demikianlah kehormatan dalam diri setiap orang. Dalam aturan Bushido bagi prajurit samurai menekankan bahwa jika kita kehilangan kehormatan maka satu-satunya cara untuk menyelamatkan pelakunya adalah hara-kiri, yaitu ritual bunuh diri dengan menembus perut memakai sebilah pedang.
Kehormatan itulah yang akan menjaga tempat kita, kehormatan itulah yang akan memeliihara posisi kita di depan sesama kita. Kehormatan yang terpelihara akan membuat kita tampak berbeda di depan sesama kita. Kehilangan kehormatan dalam kehidupan kita akan membuat diri kita tanpa status. Betapapun terhormat dan terpandangnya posisi kita pada status sebelumnya, namun ketika kehormatan diabaikan maka kita akan meluncur dengan cepat dan kemudian hancur berantakan.
Lalu apa sesungguhnya kehormatan itu? Kehormatan adalah keluhuran jiwa, kehormatan adalah keluhuran hati dan diri. Di dalam kehormatan tergambarlah: sikap kita terhadap pekerjaan yang kita tekuni, dalam kata-kata yang kita ucapkan, dalam perencanaan yang kita rancangkan.
Dengan demikian kehormatan itu menyangkut “integritas” dan “komitment”. Kehormatan bukan sekedar moral, tetapi kehormatan adalah moral yang terwujud dalam tindakan, dalam praktek nyata ketika kita berhadapan dengan sesama kita. Mereka yang memiliki kehormatan adalah mereka yang tetap memelihara nama baik dengan melakukan segala sesuatu yang pantas dan tidak membuat sesama kita “tersandung” karena apa yang ke luar dari diri kita. Mereka yang memelihara kehormatan adalah mereka yang menjaga segala sesuatu yang ada pada dirinya sehingga tidak memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menurunkan status kita. Mereka yang menjaga kehormatan, jika mereka adalah seorang pekerja maka mereka tidak akan mengotori pekerjaan yang di jalaninya dengan segala sesuatu yang tidak baik.
Mereka yang menjaga kehormatan, jika mereka adalah seorang pimpinan maka mereka tidak akan membuka peluang kepada orang lain yang dipimpinnya untuk memberikan penilaian yang berbeda dari apa yang sesungguhnya: tindakan dan sikapnya sejalan,
Mereka yang menjaga kehormatan jika mereka adalah laki-laki dan perempuan maka akan menampilkan diri dengan terhormat dalam menjalani sosialita atau kehidupan keluarga: menampilkan diri sebagai pribadi yang pantas.
Jadikanlah kehidupan yang kita jalani menjadi moment-moment yang indah yang bukan saja menyenangkan untuk kita jalani tetapi juga layak untuk sesama nikmati. Dan moment-moment indah itu bukan milik hari kemarin atau hari esok, tetapi moment-moment indah itu milik hari ini, oleh karenanya kita harus menciptakannya di setiap kesempatan dal;am setiap tindakan.
Jika kita sudah mengetahuinya, maka sekedar tahu saja tidak cukup sebelum kita melakukannya, jika kita sudah ingin melakukannya – maka hal itupun tidak berarti apa-apa jika kita tidak berusaha untuk mewujudkannya.
Oleh karena itu agar segala sesuatunya tidak terbuang sia-sia maka kita wajib untuk menyiapkan diri kita sebaik mungkin. Kita waspadakan secara optimal seluruh panca indera kita agar kita mampu berfikir, bergerak dan bertindak dengan baik.
Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kita dapat melakukannya ? Ada empat hal yang hendak saya bagikan: pertama, belajarlah untuk tidak mengembangkan ketidaklekatan pada apapun. Kemelakatan kita kepada sesuatu tanpa terkendali akan sangat mudah membuat kita kehilangan keormatan kita. Ke dua, teruslah belajar untuk melakukan penerimaan terhadap banyak peristiwa, dan terima jugalah bahwa segala sesuatu itu selalu ada waktunya. Ke tiga, terus meneruslah belajar untuk mengendalikan diri tanpa harus membatasi diri, hanya dengan cara itulah kita tetap dapat berprestasi namuun tetap terhormat. Dan yang ke empat adalah temukanlah keindahan dalam setiap hal yang sudah kita terima dan miliki saat ini, dengan cara itu kita senantiasa dapat selalu bersyukur. Dan mereka yang selalu bersyukur akan menjadi pribadi yang bahagia.

Bahagia Itu Tidak Susah

0

Oleh : Immanuel Kristo

Tidak jarang dalam keseharian, kita menjumpai selalu saja ada orang-orang yang begitu mudah mengeluh, untuk banyak hal yang mereka jumpai dan alami. Mereka mengeluh dengan pekerjaan dan kesibukan yang memadati hari-harinya, mereka mengeluh dengan pekerjaan rumah yang menumpuk, mereka mengeluh dengan keributan-keributan kecil yang di lakukan anak-anak mereka di rumah, mereka mengeluh ketika tetangga dan teman merepotkan dirinya. Mereka mengeluh dalam banyak hal yang mereka alami dan rasakan. Continue Reading »

Mengembangkan Kepedulian

0

Oleh : Immanuel Kristo

Seorang pemuda yang duduk di tepi jalan berkali-kali tertawa, wajahnya tampak begitu cerah. Hal itu membuat penasaran seorang pria setengah baya yang melintas di depannya. Pria itu menyempatkan diri untuk berhenti dan menghampiri pemuda tersebut serta bertanya;

Aku memperrhatikanmu tertawa berulang-ulang, apa yang membuatmu tampak begitu bahagia?”.Demikian tanya pria tersebut, mendengar pertanyaan itu pemuda tadi segera mengarahkan tangannya, seolah menuntun pria yang bertanya itu untuk mengikuti arah telunjuknya sambil berkata: Continue Reading »

Pola Asuh Ideal untuk Anak Masa Kini

0

ca73c1e160a568e238fc2ffaee81a819 150x150 Pola Asuh Ideal untuk Anak Masa KiniCara pandang orang dewas tentang tingkah ataupun kebutuhan seorang anak sangat menentukan pola asuh terapan pada anak tersebut. Sementara berbagai keluhan akan  aktivitas anak yang kian hari kian banyak bertanya, banyak meminta, bahkan diasumsikan banyak menentang keinginan orang dewasa, terutama orang tuanya. Ketidak tahuan tentunya akan menimbulkan kebingungan bahkan melahirkan kemarahan yang tidak perlu. Ketidak tahuan tersebut adalah ketidak tahuan seputar pola asuh anak yang ideal. Tapi adakah pola asuh yang ideal itu? Seorang Pakar Anak Seto Mulyadi mengatakan bahwa, pola asuh ideal itu ada. Menurut lelaki yang di kenal dengan Kak Seto itu, pola asuh ideal akan terbukti dengan hasil keakraban, kemesraan, dan kekeluargaan antar anggota keluarga, terutama anak-anak dengan para orang tua. Pola Asuh ideal adalah pola asuh yang sesuai dengan harapan semua pihak, yaitu pola asuh yang bersifat ‘win-win solution’.

Pada masa dahulu, kata Kak Seto, seorang anak harus menurut kepada orang tua. Dan memang pada kurun waktu tertentu, budaya menyatakan bahwa, apapun yang diputuskan orang tua harus dipatuhi. Budaya ini berlangsung karena saat itu sumber informasi hanya sedikit yaitu orang tua, koran dan radio. Budaya itru bergeser dengan kemajuan teknologi komunikasi, di mana seorang anak bisa mendapat informasi dari banyak sumber, seperti TV, internet, Facebook, Twitter, dan lainnya. Budaya yang tumbuh oleh dorongan teknologi informasi itu sulit untuk dibendung. Dan siapapun yang memaksakan budaya masa lalu yang lebih menekankan kehendak atau aturan orang tua, akan menghasilkan anak yang tumbuh dalam kebingungan. Mereka akan membandingakan kehidupan dalam rumah dengan informasi yang didapat dari luar rumah. pada akhirnya bisa saja melahirkan kesimpulan anak bahwa, aturan orang tuanya tidak tepat atau tidak adil.

Maka pola asuh ini akan melahirkan sebuah perlawananan atau pemberontakan yang tidak sehat seperti; anak memilih menghindar yang tidak disukai di rumah dengan cara kabur dari rumah. Bila dilihat keadaan ini, seolah-olah kita sedang menghadapi sesuatu yang berhadap-hadapan antara budaya yang menghadapi tantangan zaman. Namun menurut Kak Seto, ini bukan sebuah tantangan melainkan peluang. Ia mengatakan bahwa sudah bukan jamannya lagi orang tua bermimpi memiliki anak yang penurut. tapi justeru sekarang, saatnya orang tua bermimpi memiliki anak mandiri dan bisa diajak berkjasama. Dengan kesadaran ini, anak juga akan dibiasakan berbicara secara demokratis dalam keluarga. Menurut Kak seto, penerapan pola asuh itu adalah bagaimana orang tua mampu membagi tugas dengan anaknya, yang bisa dimulai sejak dini. “Misalnya ayah pergi bekerja, Ibu memasak,” kata Kak Seto, “maka tugas Anak adalah pergi ke sekolah, cuci piring, atau merapikan kamar,” tambah Kak Seto menjelaskan. Tidak sampai di situ saja, orang tua juga harus mampu memberikan jadwal bermain, bercanda, dan liburan. hla/ath

Gizi Berimbang Hanya dengan Minum Air Sehat!

0

gambar air minum 150x150 Gizi Berimbang Hanya dengan Minum Air Sehat!Keperdulian akan prinsip gizi seimbang masih harus ditingkatkan dalam masyarakat Indonesia. Tahun 2010 yang lalu, para pakar kesehatan dan pemerintah memperkanalkan lima prinsip gizi seimbang yang terdiri dari mengkonsumsi aneka ragam makanan dalam jumlah cukup, minum air putih yang aman dan cukup, memantau status gizi, melakukan aktivitas fisik, pola hidup bersih, serta sosialisasi tentang gizi berimbang untuk hidup sehat. Dan pada saat ini, masyarakat Indonesia masih mengalami beban ganda dalam hal gizi, yaitu kekurangan dan kelebihan gizi, yang merupakan akibat perubahan pola makan yang bertentangan dengan prinsip gizi seimbang. Continue Reading »

Belajar Membatik dan Bertenun di Museum Tekstil

0
Museum Tekstil 150x150 Belajar Membatik dan Bertenun di Museum TekstilTidak hanya membatik. Bertenun, merawat kain, dan tai dai, yaitu; teknik mewarnai kain, akan kita dapatkan di sini, di Museum Tekstil Jakarta! Dan bagi kita yang pernah mengunjungi museum ini, membatik adalah pelatihan yang sudah lama diberikan sejak beberapa tahun lalu. Dan kalau sekarang kita berkunjung ke tempat yang resmi menjadi Museum Tekstil pada 28 Juni 1976 ini, pelatihan yang diberikan akan lebih beragam. “Kalau membatik sudah lama kami berikan,” kata Kepala Museum Textile JakartaDrs. Indra Riawan, M.HumNamun untuk tahun ini masih menurut Indra, ada beberapa pelatihan lain diberikan untuk menarik minat pengunjung. Pelatihan itu misalnya bertenun, merawat kain dan tai dai. Inovasi yang dilakukan museum tekstil merupakan bagian dari program revitalisasi museum di Indonesia agar lebih nyaman, edukatif dan interaktif. Continue Reading »

Perlunya sikap Kritis Orang tua

0

larangan1 150x150 Perlunya sikap Kritis Orang tuaSaat seorang siswa terdaftar di sebuah sekolah, siswa tersebut berhak untuk memanfaatkan sekolah sebagai tempat menimba ilmu. Ia berhak mendapatkan pengajaran dari ilmu-ilmu yang diberikan oleh sekolah tersebut, baik itu yang ada dalam kurkulum atau juga ilmu-ilmu yang ada di luar kurikulum. Sementara ada kurikulum sekolah yang wajib diikuti, dan ada juga yang di luar kurikulum atau ekstrakurikuler, yang sebaiknya bisa diikuti, sebagai ilmu yang bisa digapai murid tadi sesuai kesenangannya. Sebagai kegiatan yang menguntungkan bagi murid, ekstara kurikuler juga perlu dikritisi oleh guru dan orang tua murid. Continue Reading »

Photo Gallery

IMGP0101 IMGP0064 DSC_4237 DSC_4229

RPK FM Visitors

  • Total visits: 15,730
  • Last 24 hours: 131
  • On-line: 0

Studio On Air

Phone : +62 21 8000 444
SMS: +62 8139 8000 444
program@radiopelitakasih.com